Dewa Ayu Wipradnya Dewi. Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger Bali

Alamku Baliku

Pura Goa Lawah

Senin, 25 Agustus 2014


Kabupaten Klungkung merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Propinsi Bali, banyak sekali pilihan berwisata anda di daerah ini. Tidak hanya menawarkan keindahan panorama pantai namun keberadaan pura yang agung dan berhistori tinggi terdapat disini, salah satunya adalah Pura Goa Lawah. Pura ini terletak di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali.
Pura Goa Lawah yang memiliki arti “Lawah yaitu kelelawar” merupakan salah satu pura kahyangan jagat dimana di dalamnya bersarang ribuan kelelawar yang dipercaya akan mendatangkan musibah bagi siapa saja yang mengganggunya. Pura ini dijadikan tempat pemujaan Dewa Laut sebagai manifestasinya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Di dalam Lontar Prekempa Gunung Agung diceritakan tentang adanya utusan dewa Siwa kepada Sang Hyang Trimurti (Brahma, Wisnu dan Iswara) untuk menyelamatkan bumi. Dewa Brahma menjelma menjadi Naga Ananta Bhoga, Dewa Wisnu menjadi Naga Basuki dan Dewa Iswara menjadi Naga Taksaka. Naga Basuki yang merupakan jelmaan dari Dewa Wisnu kepalanya menuju laut yang menggerakkan samudera agar menguap menjadi mendung sedang ekornya menjadi gunung serta sisiknya menjadi pohon-pohon yang lebat. Kepala Naga Basuki itulah yang menjadi symbol dari Goa Lawah dan ekornya yang menjulang menjadi Gunung Agung, dimana pusat ekornya ada di pura Goa Raja salah satu pura yang terdapat di Pura Besakih. Konon menurut cerita pada jaman dahulu Pura Goa Raja tembus sampai ke Pura Goa lawah yang kemudian tertutup karena adanya gempa pada tahun 1917.
Dibagian pura terdapat pelinggih Sanggar Agung tepat berada di mulut goa sebagai tempat pemujaan Sang Hyang Tunggal (Tuhan YME) serta terdapatnya Meru Tumpang Tiga, Gedong Limasari dan Gedong Limascatu.
Dalam beberapa lontar disebutkan bahwa Pura Goa Lawah dibuat atas keinginan Mpu Kuturan pada abad XI Masehi dan kembali dipugar pada abad ke XV Masehi. Adapun upacara keagamaan yang sering dilaksanakan di pura ini adalah: upacara Nyekah dan Memukur atau Meliga.
Dengan dijadikannya pura ini sebagai salah satu tujuan wisata maka bermunculanlah warung penjual makanan dan minuman yang menjadi fasilitas pendukung selain toilet dan area parkir yang cukup memadai bagi wisatawan.
Pura ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 45 menit perjalanan dari Kota Denpasar dengan jarak tempuh kurang lebih sekitar 30 km perjalanan.
Bali adalah Pulau Dewata, tak salah ungkapan tersebut karena begitu banyak pura di propinsi ini yang sarat akan nilai histori yang tinggi serta keagungan pura yang artistik serta mempunyai daya tarik magis spiritual tersendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Translate

Penyebrangan Ke Nusa Penida :

Most Reading